Perbedaan Mujizat Para Nabi dan Mujizat Jesus

Diawal tulisan ini saya mengajak saudara semua yang hendak membaca isi artikel ini untuk berdoa memohon berkat dari Allah Tritunggal, Bapa, Putra dan Roh Kudus agar pada saat membaca artikel ini kita beroleh hikmat dan mengalami pembaharuan budi.

Apa sih perbedaan Mujizat yang dilakukan oleh para Nabi di perjanjian lama dengan Mujizat Jesus di perjanjian baru? Sontak pemikiran ini keluar ketika saya mengikuti pembelajaran bertema “mujizat”. Hari itu memang kami mendapatkan pembelajaran mengenai mujizat-mujizat yang pernah diperbuat oleh Tuhan Yesus.

Pertanyaan saya mulai mengalir deras dalam pikiran saya, bukankah mujizat para nabi di perjanjian lama tidak kalah hebat?

Memang dalam Mujizat penggandaan roti, Kuasa Tuhan Yesus jauh lebih dahsyat dari pada yang pernah dilakukan oleh Nabi Elisa. Nabi Elisa tercatat dalam 2Raja-Raja 4:42-44 memberi makan 100 orang dengan hanya 20 roti jelai dan gandum baru dalam sebuah kantong, dan ada sisanya. Sedang Jesus tercatat didalam injil melakukan mujizat penggandaan roti ini 2 kali. Pertama memberi makan sampai kenyang  5000 orang laki-laki tidak termasuk perempuan dan anak-anak, hanya dengan 2 roti dan 5 ekor ikan, sisa 12 bakul penuh dengan potongan-potongan roti yang sisa (Matius 14:13-21). Mujizat Penggandaan roti yang kedua adalah memberi makan 4000 orang laki-laki tidak termasuk wanita dan anak-anak, hanya dengan 7 roti dan beberapa ikan kecil, sisa 7 bakul penuh potongan roti (Matius 15:32-39).

Akan tetapi bagaimana jika kita bandingkan dengan mujizat yang dilakukan Nabi Musa, membelah lautan? Dari batu keluar air? Nabi Elia membangkitkan anak perempuan janda di Sarfat yang mati? Api turun dari langit membakar kurban bakaran Elia? Elisa membangkitkan anak perempuan Sunem yang mati? Elisa menggandakan minyak? Dan masih banyak lagi mujizat para nabi yang juga spektakuler.

Apa Istimewanya mujizat Jesus? Dibandingkan mujizat para Nabi?

Beberapa pertanyaan saya tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan saat itu. Akan tetapi Tuhan sungguh teramat baik bagi saya. Tuhan selalu menyediakan jawaban yang mampu memuaskan saya, bahkan jawaban dari Tuhan berakhir dengan hikmat yang semakin menumbuhkan keImanan saya. Saya percaya Tuhan selalu hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu saya, selama inipun banyak pertanyaan yang saya lontarkan selalu Tuhan jawab kepada saya, seringkali jawaban itu muncul saat berdoa di depan Sakramen Maha Kudus dalam ruang adorasi, kadang lewat orang lain pula.

Kali ini, lewat hikmat Tuhan yang diberikan kepada istri saya bagian pertama jawaban telah saya peroleh. Bagian jawaban ke-2 saya peroleh melalui perenungan dan persekutuan dengan Tuhan didalam ruang Adorasi. Ke-2 jawaban yang telah saya dapatkan itu akhirnya dapat dengan baik menjawab ke-3 pertanyaan saya di atas.

Penasaran?

Jawaban 1:

Dalam Mujizat yang dilakukan oleh para Nabi dalam perjanjian lama selalu ditulis, atas perintah Allah, atas Firman Allah, sesuai Firman Allah….dst. Jika tidak demikian….selalu Nabi yang memohon kepada Allah atas suatu Mujizat untuk menjawab suatu kondisi atau kejadian. Disini Nabi (para Nabi) bertindak sebagai perantara, sebagai Hamba Tuhan, sebagai alat untuk terjadinya Mujizat tersebut. Mujizat terjadi karena perintah, kehendak, firman Allah, atau permohonan Nabi kepada Allah dan Allah berkehendak, mengijinkan mujizat itu terjadi.

Sedangkan dalam Mujizat yang dilakukan oleh Yesus dalam Injil, Mujizat tersebut mutlak karena Yesus sebagi pihak pemberi Mujizat. Biasanya tertulis sebagi berikut…..”Karena hatiNya tergerak oleh Belas Kasihan….”, “Karena Belas Kasihan, maka Yesus…..”, “Yesus berkata…..” dst, bahkan  kadang Yesus langsung memerintahkan Mujizat itu terjadi. Disini Yesus yang memberikan Mujizat itu karena Dialah Allah yang hadir di tengah-tengah manusia dalam rupa anak manusia. Yesus adalah Allah itu sendiri.

Jawaban 2:

Ketika menyembuhkan orang sakit, Nabi tidak memberikan pengampunan dosa. Nabi tidak memiliki kuasa mengampuni dosa.

Sebaliknya, ketika menyembuhkan orang sakit (cacat), Jesus seringkali memberikan pengampunan dosa juga. Siapakah yang memiliki kuasa memberikan pengampunan dosa kepada manusia jikalau bukan Allah sendiri?

Bahkan pengampunan dosa adalah mujizat terbesar dalam diri manusia yang dapat menyelamatkan jiwa manusia, bukan hanya menyelamatkan nyawanya dari kematian dengan memberikan kesembuhan. Akan tetapi keselamatan jiwa adalah anugerah terbesar atas kerahiman Allah sendiri.

Luar biasa…dari ke-3 pertanyaan saya, saya mendapatkan 2 jawaban dari Tuhan. Saya dituntun pada jawaban final yang justru menyatakan bahwa Yesus adalah Allah sendiri, bukan cuma sekedar Nabi. Ya Yesus Kristus adalah Allah yang hadir di tengah-tengah manusia dalam rupa seorang manusia. Dialah anak Allah.

Semoga dengan adanya artikel dan tulisan ini telah membantu kita semua untuk semakin mengenal Allah Tri Tunggal sebagai Pribadi yang secara Nyata hadir dalam kehidupan kita. Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.

Tags: , , , , , ,

About Wiyanto Sudjono

SIC Integrity Visioner Strategic - Innovation - Creative Integrity Visioner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: